Blog Posts

Selasa, 09 September 2014

Seledri

SELEDRI
Seledri, dengan nama ilmiah "Apium graveolens" merupakan sayuran dan tumbuhan herba yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan, terutama untuk masakan seperti sup, soto, bakso, bubur dan sebagai bahan lalap.

Ciri fisik tanaman seledri adalah terna kecil, dengan tinggi kurang dari 1 m. Daun tersusun gemuk dengan tangkai pendek. Tangkai ini pada beberapa kultivar tertentu dapat sangat besar dan dijual sebagai sayuran terpisah dari induknya. Pada kelompok budidaya tertentu, akar seledri bisa membesar membentuk umbi, yang juga dapat dimakan. Bunganya tersusun majemuk berkarang.

Aroma yang khas dalam sayur seledri berasal dari sejumlah komponen mudah menguap dari minyak atsiri yang dikandungnya, paling tinggi terdapat pada buahnya yang dikeringkan. Kandungan utamanya adalah butilftalida dan butilidftalida sebagai pembawa aroma utama.

Nutrisi yang terkandung dalam daun seledri antara lain vitamin A, sementara batang seledri merupakan sumber vitamin B1, B2, B6 dan C, dengan kandungan kaya potasium, folat, kalsium, magnesium, besi, fosfor, natrium dan kandungan asam amino esensial yang tinggi.

Khasiat seledri dari berbagai senyawa yang terkandung di dalamnya antara lain :
Senyawa 3-n-butilpthalida. Senyawa ini berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah dan kadar kolesterol darah, anti peradangan akibat infeksi, anti kejang.

Senyawa L-triptofan. Berkhasiat sebagai antioksidan, mencegah aterosklerosis (radang pada pembuluh darah manusia) dengan cara menghambat proses oksidatif.

Serat. Berkhasiat untuk mencegah obesitas/kegemukan. Jenis serat dalam seledri membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama.

Senyawa poliasetilena. Senyawa ini bersifat racun bagi bakteri dan jamur sehingga digunakan sebagai tanaman obat sejak abad pertengahan, terutama untuk obat anti peradangan akibat infeksi.

Senyawa apiin. Berkhasiat untuk menambah jumlah air seni.

Khasiat seledri untuk pengobatan beberapa penyakit antara lain :
- Untuk tekanan darah tinggi (Hipertensi). Caranya : daun seledri secukupnya diperas dengan air masak secukupnya kemudian disaring. Minum sebanyak 2 sendok makan 3 kali sehari, lakukan secara teratur. Minum sesuai takaran karena penggunaan berlebihan bisa berbahaya.

- Untuk mengatasi sakit mata kering. Caranya : tumbuk halus bersama 2 tangkai daun seledri, 2 tangkai daun bayam, 1 tangkai daun kemangi. Kemudian seduh dengan 1 gelas air panas, saring dan siap diminum.

- Untuk reumatik. Caranya : 1 tangkai daun seledri dimakan sebagai lalapan setiap kali makan.

Seledri selain diketahui umum berkhasiat menurunkan tekanan darah, dan penyakit lain seperti tersebut di atas, ternyata juga memiliki khasiat untuk memelihara fungsi ginjal. Caranya : cuci bersih seikat daun seledri, potong dalam ukuran kecil dan masukkan ke dalam panci. Rebus selama sepuluh menit dan dinginkan kemudian diminum. Konsumsi satu gelas setiap hari akan membantu tubuh untuk mengurangi racun yang menumpuk dengan keluar bersama air seni.

Selasa, 12 Agustus 2014

Kucai

SAYUR KUCAI
Kucai merupakan jenis tanaman bawang yang umumnya ditanam dengan tujuan untuk dijadikan sebagai sayuran daun. Bisa juga untuk dijadikan sebagai bunga hiasan meskipun hal ini tidak lazim. Nama "kucai" berasal dari bahasa Hokkian, "kú-chhài". Sayuran ini umumnya dipakai dalam masakan Tionghoa, seperti kuetiau goreng, mi pangsit dan bubur ayam.

Ciri khas daun kucai adalah daunnya beraroma tajam dan pekat namun berbeda dengan aroma daun prei maupun daun bawang.

Pada budaya kuliner Tiongkok dan Jepang, kucai merupakan bahan campuran isi Jiaozi (Gyōza) yakni sejenis pangsit tetapi dengan kulit lebih tebal.

Kucai memiliki aneka khasiat herba untuk kesehatan tubuh karena mengandung vitamin B dan C, karotin dan unsur belerang. Kucai dipercayai dapat menyembuhkan penyakit-penyakit seperti sindrom prahaid (kram menstruasi), penyakit keputihan, tekanan darah tinggi dan sembelit.

Kucai juga berkhasiat sebagai antiseptik untuk membunuh kuman bakteri dalam usus dan menjadi perangsang atau stimulan dalam proses penyusutan serta pengembangan usus. Selain itu, kucai berkhasiat juga untuk melancarkan peredaran aliran darah, sekaligus mencegah terjadinya pembekuan darah. Cara mengkonsumi kucai untuk memperoleh khasiat kesehatan herba ini adalah dengan menumbuk daun kucai sampai hancur kemudian dicampur dengan air hangat lalu diminum. Khasiatnya akan lebih mujarab jika rutin diminum setiap pagi.

Senin, 07 Juli 2014

Temulawak

TEMULAWAK
Temulawak dengan nama ilmiah "Curcuma xanthoriza" merupakan tanaman memiliki banyak khasiat herba yang berasal dari famili Zingiberaceae. Temulawak merupakan tumbuhan asli Indonesia, khususnya Pulau Jawa dan banyak ditemukan di hutan-hutan daerah tropis. Temulawak dapat tumbuh di daerah dataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut.


Ciri fisik tanaman temulawak adalah berbatang semu dengan tinggi antara 1 - 2 meter. Dikatakan batang semu karena merupakan bagian dari pelepah daun yang tegak dan saling bertumpang tindih, dengan warna hijau atau cokelat gelap. Rimpang terbentuk dengan sempurna dan bercabang kuat, berukuran besar, bercabang-cabang, dan berwarna cokelat kemerahan, kuning tua atau berwarna hijau gelap.

Di Indonesia satu-satunya bagian temulawak yang dimanfaatkan adalah rimpang temulawak, untuk dibuat jamu godog. Rimpang temu lawak mengandung 48-59,64% zat tepung, 1,6-2,2% kurkumin dan 1,48-1,63% minyak asiri dan dipercaya dapat meningkatkan kerja ginjal serta anti-inflamasi. Kurkumin bermanfaat sebagai anti inflamasi (antiradang) dan anti hepototoksik (anti keracunan empedu).

Temulawak memiliki efek farmakologi yaitu hepatoprotektor (mencegah penyakit hati), menurunkan kadar kolesterol, anti inflamasi (antiradang), laxative (pencahar), diuretik (peluruh kencing), dan menghilangkan nyeri sendi. Manfaat lainnya yaitu, meningkatkan nafsu makan, melancarkan ASI, dan membersihkan darah.

Aneka khasiat herba temulawak untuk kesehatan dan kecantikan dan cara konsumsinya sebagai berikut :
1. Memperlancar ASI
Caranya dengan ramuan sebagai berikut : 20 gr rimpang segar temulawak, cuci lalu parut. Hasil parutannya diperas dan disaring, lalu ditim atau dikukus sampai mendidih. Setelah dingin, tambahkan 2 sendok makan madu sambil diaduk rata, lalu diminum. Lakukan pagi dan sore dengan takaran yang sama.

2. Menurunkan kadar kolesterol darah tinggi
Caranya : kupas kulit rimpang temulawak segar sebesar 3 jari, lalu parut. Tambahkan 3/4 cangkir air panas dan biarkan mengendap. Setelah dingin, endapannya dibuang dan airnya diminum. Lakukan setiap hari.

3. Hepatitis
Caranya : rimpang temulawak segar sebesar 2 jari dikupas kulitnya lalu diparut. Tambahkan air panas sebanyak 1/2 cangkir dan 1 sendok madu. Aduk campuran tadi sampai merata lalu dibiarkan mengendap. Minum bagian beningnya, ampasnya dibuang. Lakukan 2 kali sehari, sampai sembuh.

Alternatif lain : rebus 10 gr rimpang temu lawak kering dan 30 gr akar alang-alang ("Imperata cylindrica") dalam 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus. Lakukan 2 kali sehari.

4. Jerawat
Cuci rimpang temu lawak sebesar 1 jari, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya rebus dalam 4 gelas minum air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan tambahkan madu ke dalam air saringannya seperlunya, lalu diminum. Pengobatan dilakukan sehari 2 kali, setiap kali cukup 1 gelas.

Untuk pemakaian luar, cuci rimpang sampai bersih, lalu diparut. Hasil parutannya dapat digunakan sebagai masker untuk mengobati jerawat dan flek hitam di muka.

5. Sembelit
Sediakan rimpang temulawak dan buah asam ("Tamarindus indica L.") masak, masing-masing sebesar 1 jari, gula enau secukupnya. Selanjutnya potong tipis-tipis, lalu seduh dengan 1 cangkir air mendidih. Aduk sampai gulanya larut dan minum setelah dingin.

6. Penambah nafsu makan
Sediakan 20 gr rimpang temulawak segar yang telah diiris tipis-tipis, 10 gr asam jawa dan 30 gr gula enau. Masukkan bahan-bahan tersebut ke dalam panci email, lalu rebus dalam 250 cc air sampai mendidih selama 15 menit. Selanjutnya, saring dan minum ramuan tersebut selagi hangat, sehari 2 kali, masing-masing 1/2 bagian.

Catatan :
Jika menggunakan perasan air temulawak mentah (tidak direbus atau diseduh dengan air panas), endapkan dahulu supaya tepungnya tidak ikut terminum karena tepung mentah dapat mengganggu fungsi ginjal.

Tepung temulawak dapat dimakan setelah diolah. Caranya parut rimpang, kemudian peras dan endapkan. Buang airnya ganti beberapa kali sampai bau dan warna kuning hilang, kemudian jemur. Akhirnya, tepung temu lawak siap digunakan.
 

Aneka Herba Nusantara

Blog Aneka Herba Nusantara berisi informasi mengenai berbagai jenis tumbuhan, baik bunga, daun, sayuran dan tanaman, yang mempunyai khasiat herba sehingga bermanfaat bagi kesehatan dan perawatan tubuh manusia.
Khasiat tumbuhan herba di antaranya untuk mencegah dan mengobati berbagai jenis penyakit, menjaga kebugaran tubuh, serta meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh.
Tumbuhan herba tersebut banyak terdapat di sekeliling kita tanpa kita sadari, karena bumi pertiwi kita ternyata merupakan khazanah tumbuhan herba yang tersebar di seluruh nusantara.

Disclaimer

Informasi yang dimuat dalam blog ini dihimpun dari berbagai sumber literatur dan internet, dimaksudkan sebagai informasi bagi pengunjung blog dan tidak merupakan nasihat. Jika Anda memiliki masalah dengan kesehatan, segera kunjungi dan konsultasikan dengan dokter Anda. Terima kasih.

Top blogs top blog sites